Jumat, 01 April 2016

CERITA HANTU


Aku mau berbagi kisah tentang tempat berhantu di daerahku. Cerita ini terjadi 10 tahun yang lalu, ketika aku menjadi sebuah anggota Ikatan Remaja Masjid bukan aku yang mengalami tapi kakak senior, ketika itu tepat malam jumat. Selesai pengajian seperti biasa kami berkumpul di sekertariat untuk beres-beres dan berbincang, tiba-tiba kakak seniorku yang bernama Adun datang dan berkata “hey sudah malam kalian gak pulang? ini malam jumat lho, ih serem”.
Sontak kami semua menatap wajahnya sambil mengerutkan dahi, saat aku lihat jam dinding, benar saja waktu sudah menunjukan pukul 9 malam. Aku pun mengajak teman-teman wanita pulang dan meminta salah seorang teman lelaki untuk mengantarkan kami pulang dan ternyata merekapun sama-sama ingin pulang. Hanya kang Adun yang masih ada di sana, katanya dia ingin shalat tahajud di mesjid saja. Kami pun sedikit menakuti dia, tapi dia hanya ketawa saja menanggapinya.
Waktu pun berlalu 3 malam kang Adun tidak datang ke masjid terdengar kabar kalau dia sakit, kami pun menjenguk tapi dia bilangnya hanya sakit demam saja. Dua hari berikutnya dia kembali menghadiri pengajian, setelah selesai seperti biasa kami berkumpul di kantor sekertariat, lalu dia bercerita penyebab sakit kemarin. Katanya malam itu entah kenapa dia mengantuk sekali tapi merasa gak nyaman tidur di kantor sekertariat gak seperti biasanya.
Akhirnya dia memutuskan untuk pulang dan shalat tahajud di rumah, waktu menunjukan pukul 12 malam ketika berjalan ada sesuatu yang di rasakan seperti ada yang mengikuti langkahnya, tapi setiap kali menengok ke belakang tidak ada siapa-siapa, ketika itu entah kenapa tiba-tiba saja dia berhenti di dekat sebuah lapang kecil dekat rumahnya. Kemudian dia menengok ke sebelah kiri, astaghfirullah.
Dia melihat ada sesosok wanita berpakaian putih lusuh dan berambut panjang, wanita itu menatap dan tersenyum seram, berat sekali mengangkat kaki untuk berlari. Lalu dia menutup mata sambil berdoa segala macam, badan nya mulai bisa di gerakan tapi bau busuk itu semakin menyengat. Dia pun mencoba berlari sekencang mungkin saat membuka mata dan menoleh ke belakang wanita itu masih saja menatapnya sambil tertawa terkekeh, keringat mulai bercucuran, karena terus menatap wanita di belakang itu tanpa dia sadari.
*Braakk..
Dia menghantam benda berat sampai-sampai terjatuh saat melihat benda apa yang dia tabrak. Astaga ternyata ada sosok orang yang di balut kain putih kusam berdiri di depannya, sontak dia menggigil ketakutan, lalu dia berdoa sekeras mungkin dan berlari sekencangnya. Tidak lama kemudian sampailah di rumahnya. Konon lapangan itu dulunya sebuah rumah tapi banyak sekali penghuninya sampai-sampai orang yang tinggal di situ tidak pernah lama karena tidak betah sering diganggu kemudian rumah itu dihancurkan, tetapi penghuninya masih saja mengganggu kepada orang yang ketika malam hari melewati tempat itu.
Image result for foto iqbaal dhiafakhri ramadhan 2015


Nama Lahir                     : Iqbal Dhiafakhri Ramadhan
Nama Lain                       : Iqbale
Tanggal Lahir                : 28 Desember 1999
Tempat Lahir                : Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Agama                              : Islam
Tahun Aktif                   : 2010 Hingga Sekarang
Profesi                             : Penyanyi Dan Actor
Nama Ayah                   : Herry Hernawan
Nama Ibu                      : Rike Dhamayanti
Judul Film Yang Pernah Dibintangi:
  • 2011, 5 Elang
  • 2013, Comic 8
  • 2013, Coboy Junior The Movie
  • 2015, CJR The Movie 2
Judul Sinteron Yang Pernah Dibintangi:
  • Coboy Junior: Hanya Kamu
  • Coboy Junior: Hanya Kamu #Eeeaa 2
Drama Musical Yang Pernah Dibintangi:
  • 2010-2011, Lascar Pelangi

                                                    4 SAHABAT


Kini aku duduk di bangku kelas 3 SMP, ku jalani hari di sekolah bersama dengan ketiga sahabatku ana, andri dan aris, kita berempat bersahabat sejak kita masih kecil.
Di suatu ketika kami berempat menulis surat perjanjian persahabatan di sesobek kertas dan dimasukan ke dalam botol kemudian dikubur di bawah pohon asem yang nantinya surat itu akan kami buka pada saat kami menerima hasil ujian kelulusan.
Hari yang kami tunggu-tunggu akhirnya sampai juga, setelah kami menerima hasil uljian kali ini dan hasilnya kami berempat lulus kami pun langsung berlari ke bawah pohon asem yang dulu pernah kami datangi, kami berempat membuka isi tulisan dari surat yang kami buat yang berisi
“kami berjanji akan selalu bersama untuk selama lamanya”
Keesokan harinya aris berecana untuk merayakan kelulusan kami dan malamnya kami pun pergi bersama-sama ke suatu tempat, dan disitulah saat-saat yang gak bisa aku lupakan karena aris berencana buat nembak aku dan akhirnya kita berpacaran, dan andri pun juga berpacaran sama ana, malam itu sungguh malam yang paling istimewa.
Pada saat perjalanan pulang perasaan ku sungguh tidak enak
“perasaan ku kenapa gak enak banget ya?” ucap ku khawati
“udah lah ndi, santai aja kok kita gak bakalan kenapa-napa” ucap andri dengan santai
Tak lama kemudian setelah mereka berbicara ternyata hal yang dikhawatirkan nindi terjadi
“aris awwasss…!!! di depan ada jurang!!!” teriak nindi
“Aaaaaa…!!!”
Brukkk, mobil kami masuk jurang, aku sungguh tak kuasa menahan air mata yang terus-menerus mengalir, dan akhirnya pun aku tak sadarkan diri.
Perlahan-lahan ku buka mata sedikit demi sedikit aku melihat ibu berada di sampingku
“nindi?, kamu sudah sadar nak?” tanya ibu cemas
“ibu, aku dimana? ana, andri dan aris di mana mereka bu?”
Kamu di rumah sakit nak, kamu yang sabar ya nak ana, andri dan aris tidak tertolong saat di lokasi kecelakaan” jawab ibu sambil menitihkan air mata
Aku hanya terdiam mendengar ucapan ibu, tiba-tiba air mata ku menetes, tangisku tiada hentinya mendengar semua ucapan itu
“aris, kenapa kamu tinggalin aku, padahal aku masih sayang banget sama kamu aku cinta sama kamu tapi apa? tapi kamu ninggalin aku begitu cepat, kalian semua pergi ninggalin aku, ya allah, kenapa engkau ambil mereka semua dari ku ya allah aku sungguh menyayangi mereka…” ucapku dalam hati
2 hari sudah berlalu, aku berkunjung ke makam mereka di situ aku berharap kami bisa seperti dulu dimana kita selalu bersama pahit manisnya persahabatan kita lalui bersama, aku berjanji akan selalu mengingat kalian di dalam hati ini.
TAMAT